Kamis, 24 Mei 2012

MESIN PANEN UMBI, BUAH, DAN SAYURAN


BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
 Mesin pemamanen umumnya mempunyai komplesitas yang paling tinggi dibadingkan mesin-mesin pertanian lapangan lainnya.  Buah hasil panen dapat dipasarkan dalam keadaan segar maupun dalam kemasan setelah diproses.  Untuk penjualan segar, umumnya buah masih dipanen secara manual menggunakan manusia, sedangkan untuk diproses lebih lanjut misalnya menjadi jus ataupun buah kaleng, buah dipanen secara mekanis menggunakan mesin.  Walaupun saat ini telah dikembangkan mesin memanenan buah secara langsung satu per satu secara otomatis dengan robot, namun penggunaannya untuk pertanian komersial masih sangat terbatas.  Berikut ini diperkenalkan beberapa mesin panen untuk umbi, buah dan sayuran.
2.      Tujuan Penulisan         
Mahasiswa dapat menjelaskan metode, peralatan, kinerja mesin panen umbi, buah dan sayuran dan menguraikan prisip-prinsip mekanika pada mesinnya 



BAB II
MESIN PANEN UMBI, BUAH, DAN SAYURAN
1.      Deskripsi
Bab ini memberi penjelasan tentang metode dan peralatan panen umbi, buah dan sayuran, proses fungsional mesin, kalibrasi dan evaluasi kinerja.
2.      Relevansi
Cara kerja bagian-bagian mesin panen sulit dipahami jika hanya menggunakan gambar dan teks saja.  Karena itu visualisasi dan animasi sangat membantu mahasiswa dalam memahami cara kerja proses pemanenan umbi/buah/sayur secara mekanis.
3.      Metoda Dan Peralatan Panen Umbi, Buah Dan Sayuran 
a.      Mesin Panen Kubis


Mesin pemanen kubis ini bekerja dengan cara manarik kubis dari tanaman menggunakan kontra twin auger, yang kemudian dipotong sebatas daun terluar, dan kemudian dialirkan ke kontainer menggunakan ban berjalan.Sistem pemindahan container dilakukan menggunakan fork-lift.Mesin ini dapan memanen 1 kubis setiap 2 detik.Kapasitas kontainernya 150 kubis, mempunyai kapasitas lapang 3 are per jam, atau sekitar 33 jam perhektar.

b.      Mesin Pemanen Akar Gobo



Akar gobo merupakan salah jenis sayuran yang digunakan dalam masakan di Jepang.Akar gobo sangat spesifik karena panjangnya dapat mencapai 2 meter ke dalam tanah.Mesin ini beroperasi pada kecepatan maju sampai 2.3 cm/detik.Mesin ini bekerja dengan cara menggemburkan tanah sampai kedalaman 1-1.2 m menggunakan oscilatting digger, pangkal akar gobo menudian dijepit menggunakan belt sambil ditarik keatas.Alat ini mempunyai kapasitas pemanenan 2.6 are perjam.
c.       Mesin Pemanen Umbi

Mesin panen kentang ini dilengkapi dengan kemampuan untuk menggali umbi, mangambil dan memisahkan daun dengan batang, mensortasi manual (oleh pekerja) dan memasukkan umbi kedalam wadah penyimpan.Mesin ini bisa dipergunakan untuk kentang, ketela rambat, wortel dan taro. Mesin ini mempunyai kapasitas lapang 7 are/jam untuk pemanenan kentang, 10 are/jam untuk pemanenan ketela rambat, 5 are/jam untuk pemanenan taro, dan 6 are per jam untuk pemanenan wortel. 

d.      Mesin Pemanen Buah Dalam Rumah Kaca

Ada dua jenis pemanen buah dalam rumah kaca yaitu, jenis 3 roda dengan satu penggerak dan jenis 4 roda dengan dua roda penggerak.Mesin ini dilengkapi dengan kemudi otomatis (otomatic steering) yang dikendalikan melalui mikro-komputer.Jenis roda 3 mempunyai kecepatan maju maksimum 5 cm/detik.Pada saat memanen, pekerja duduk sambil memanen.Pada pengoperasian untuk pemetikan strawberi alat ini dilengkapi dengan kontainer dengan kapasitas sampai 60 kg.
4.      Proses Fungsional Mesin



            Karena keberagaman bentuk dan karakteristik produk yang akan dipanen maka bentuk mesin panen umumnya sangat spesifik.  Buah saja banyak ragam bentuknya misalnya strawberi, apel, mangga, rambutan, nanas, pisang, dan sebagainya.  Zona perhatian suatu produk yang akan dipanen sangat beragam, ada umbi yang di dalam tanah, ada tanaman perdu, ada tanaman semak, ada tanaman pohon, walaupun beberapa komoditi dapat berada pada beberapa zone sekaligus.
Pemanen umbi-umbian
1. Driving Seat
2. Leading roller
3. Digging knife
4. Colter
5. Soil separating conveyer
6. Vibrator
7. Small taro separating conveyer
8. First snapping roller
9. Stalk leaf guide
10. Small potato tank
11. Damping conveyer
12. Rotary conveyer
13. Forward feeding conveyer
14. Second snapping roller
15. Small potato removing roller
16. Sorting conveyer
17. Unloading tank
18. Rubber crawler

Gambar 13.6.  Skema mesin pemanen umbi


          Di Amerika umbi yang biasa dibudidayakan secara massal adalah wortel, beet, bawang bombai (onion), kacang tanah, kentang, ketela rambat.  Mesin panen kentang adalah mesin yang bekerja secaracurah.  Dalam prinsip kerjanya, mesin ini akan menggali sejumlah besar tanah yang mengandung umbi, kemudian umbi dan tanah ini akan dipisahkan dengan cara dialirkan sambil digetarkan sehingga tanah dan kotoran rontok kebawah, sedangkan umbi dibawa ke suatu tempat penampungan seperti diilustrasikan dalam skema pada Gambar 13.6.
            Seringkali umbi dipanen dengan mengikut sertakan porsi tanaman bagian atas sebelum menggali bagian akar.  Seperti ditunjukkan pada Gambar 13.7 misalnya, tanaman (P) dengan bagian atas (F) dan bagian akar (RC) dipegang sebelum bagian pengangkat umbi (1) mengambilnya dari dalam tanah.

            Pada mesin pemanen kacang tanah misalnya, pemanenan dilaksanakan dalam 2 tingkat.  Pemanenan tingkat pertama adalah memanen seluruh tanaman kacang tanah bersama polongnya diangkat dengan menggunakan beberapa disc coulter seperti pada Gambar 13.8 (kiri).

Pada tahap awal 4 disk coulter difungsikan untuk menggemburkan tanah dan memecah tanah dari polong kacang.  Dua buah dis coulter yang berhadapan (1) berfungsi untuk mengangkat dan membalik sambil menempatkan tanaman kacang pada windrowing dan bagian pemisah tanah yang ada dibagian belakang mesin.  Bagian pemisah ini digetarkan menggunakan pto traktor, untuk meningkatkan efisiensi pemisahan tanah dan membantu menempatkan tanaman hasil panen di tengah-tengah windrowing.  Pada saat kelembaban telah cukup rendah, maka tanaman yang ditempatkan pada windrowing ini dipanen lagi menggunakan peanut combine harvester, yang berfungsi untuk memisahkan kacang tanah dari tanaman dan selanjutnya dipisahkan polongnya.  Mekanisme selengkapnya ditunjukkan pada Gambar 13.8 (kanan).  Seluruh tanaman digerakkan melewati saringan (7) oleh aksi dorongan dari tine (1).  Pemisahan selanjutnya dilaksanakan oleh pengayak (5) dan (6) dan fan (3) seperti straw walker pada combine padi.  Akhirnya polong bersih di kumpulkan dalam konveyor (4) untuk dipindahkan ke bagian pengumpul/pengangkut.

5.      Pemanenan Tanaman Di Permukaan
            Pada pemanen kubis seperti ditunjukkan pada Gambar.  Pada mesin panen ini roller feeder berbentuk spiral helik (1 dan 2) harus disinkronkan kecepatannya antara kecepatan horisontal putaran feeder dan kecepatan maju mesin panen.  Untuk itu mesin ini harus diperasikan oleh traktor yang mempunyai putaran pto yang dapat disinkronisasikan dengan kecepatan majunya, atau sinkronisasi melalui ground wheel (3 dan 5).  Kemiringan feeder ini meningkat saat kubis hasil panen bergerak ke bagian belakang mesin.  Tahanan dari tanaman untuk tidak tercabut menyebabkan kepala kubis dan daun terbawah untuk terjepit diantara roller feeder sampai tersedia cukup gaya untuk mengambil hanya kepala kubisnya saja.  Tercabutnya seluruh tanaman merupakah hal yang tidak dikehendaki pada mesin panen ini.  Dua buah roller feeder yang berputar berlawanan arah dan bergerak kearah bawah juta menyebabkan kepala kubis didudukkan secara tepat pada saat pemotong disk (6 dan 7) mendekatinya.  Potongan kepala kubis ini kemudian di pindahkan ke elevator (4) menuju ke wadah penampungan atau ke kendaraan pengangkut.


6.      Pemanenan Buah Di Pohon
            Pemanen buah dari pohon secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggetarkan pohon sehingga buah rontok.  Buah yang rontok tersebut ditampung dengan dua cara, 1) dikumpulkan dengan bidang pengumpul yang berbentuk seperti payung besar (lihat gambar dibawah), atau untuk buah-buah berkulit keras dibiarkan jatuh ketanah.  Mesin pemanen buah umumnya mempunyai dua komponen utama yaitu penggetar pohon (tree shaker) and sistem pemungut (pick-up system). 
Untuk mengumpulkan buah yang jatuh, terdapat bidang pengumpul (1 and 2) yang ditempatkan dibawah kanopi pohon yang di getarkan.  Bagian pengumpul ini dibuat miring agar buah yang jatuh dapat menggelinding sendiri mendekati bagian pengumpul  Sementaradecelerator strip (3) menjaga agar buah yang jatuh tidak secara langsung menghantam pengumpul (4), untuk selanjutnya dibwa ke konveyor (6) ke wadah penampung (5)

            Pada dasarnya menggetarkan pohon berarti memberikan energi dalam jumlah besar ke struktur pohon.  Masa yang diputar secara eksentrik dapat dijadikan sebagai sumber getar, dengan konstruksi seperti apada gambar.

            Pada pemanenan jeruk untuk jus dan pemanenan kacang pohon (nut) unit penggetar pohon dan unit pengumpul terpisah, seperti ditunjukkan pada gambar dibawah.  Penggetaran dilaksanakan dengan unit penggetar pohon (tree shaker), dimana buah yang rontok dibiarkan jatuh ketanah.  Buah yang jatuh ini kemudian dikumpulkan menggunakan mesin pengumpul (gathering machine).  Pada mesin pamanen pohon jenis ini, digunakan mesin penggetar yang dapat menghasilkan amplitudu getar dengan pola yang berbeda, sejalan dengan pemahaman bahwa hasil perpindahan dari semua penggetar inersial adalah merupakan fungsi dari masa dan resonsi karakteristik getaran struktur dari pohon yang digetarkan.

7.      Evaluasi Kinerja
a.      Kerusakan (Damage)
Produk yang memar, terpotong, lecet, dan kerusakan langsung pada tanaman yang panen adalah akibat yang harus dihindari dari operasi pemanenan.  Kerusakan produk secara langsung akan menurunkan mutu produk, dan selanjutnya akan menurunkan nilai jual produk.
Kerusakan sering berhubungan langsung dengan total energi yang diterma oleh jaringan komoditi yang dipanen.  Misalnya blueberry akan menimbulkan kerusakan yang sama jika dijatuhkan 16 x dipermukaan datar pada ketinggian 2 cm, atau 8x pada ketinggian 4 cm atau 4x pada ketinggian 8 cm.  Pada prinsipnya untuk mengurangi memar maka jumlah energi kinetik yang diterima oleh komoditi yang dipanen harus diminimumkan.

b.      Efisiensi (Efficiency)
Efisiensi lapang juga merupakan kajian yang penting pada operasi mesin pemanen.  Biasanya efisiensi lapang ini dibandingkan dengan operasi sejenis yang sudah ada atau dibandingkan dengan standard.  Sampai saat ini tida ada suatu definisi yang pasti mengenai efisiensi lapang pemanenan.  Biasanya diterjemahkan sebagai nilai ekonomis yang didapat dari produk sebagai prosentase dari total yang bisa dipanen.  Sering nilai total yang bisa dipanen di setarakan dengan nilai jika dipanen secara manual menggunakan tangan.  Walaupun pemanenan dengan tangan juga mempunyai kuantitas tidak terpanen dan kehilangan saat panen.
Kehilangan saat panen (ground loss) merupakan komponen kinerja yang penting pada suatu mesin panen.  Kehilangan saat panen dinyatakan dalam prosentase terhadap total panenan atau hasil bersih.  Ini berbeda dengan kehilangan di lahan saat sebelum panen yang mungkin disebabkan oleh kondisi cuaca atau keterlambatan panen.
 Komoditi yang akan dipanen menggunakan mesin umumnya komoditi berharga mahal, seperti buah-buahan, sayuran, umbi-umbian dan kacang.  Karena itu mesin panen hendaknya dirancang agar mempunyai MBTF (mean time before failure) yang tinggi, karena waktu panen sering kali sangat singkat waktunya.  Karena itu mesin panen harus mendapatkan perawatan dan pemeliharaan preventif setiap tahun sebelum masa panen.  Desain mesin panen harus menggunakan komponen standard dan mempertimbangkan ketersediaannya sebagai suku cadang di pasar lokal.
Karena produk yang dipanen akan dikonsumsi oleh manusia, maka kontaminasi terhadap oli atau cairan kimia mesin lainnya harus dihindarkan selama panen.  Disamping itu, harus dipikirkan cara yang paling efektif agar beberapa bagian mesin tidak tertumpuk sisa-sisa hasil panen.  Mesin panen perlu dibersihkan secara periodik, untuk menghindari pertumbuhan bakteri dan jamur yang dapat menurunkan mutu hasil panen.
Keamanan terhadap manusia yang bekerja harus menjadi perhatian saat mengoperasikan mesin panen.  Hal ini karena sering kali bagian pemanen yang bergerak tidak bisa ditutupi oleh pengaman karena mengganggu akses terhadap komoditi dalamproses panen.  Operasi standar yang harus selalu dilakukan adalah bahwa sumber tenaga (enjin, atau aki) harus selalu dimatikan saat operasi perawatan dan pemeliharaan.  Untuk itu semua standar desain teknik yang aman dan memungkinkan harus diterapkan dalam desain mesin panen ini.



BAB III PENUTUP
1.      Kesimpulan
Karena keberagaman bentuk dan karakteristik produk yang akan dipanen maka bentuk mesin panen umumnya sangat spesifik.
Kinerja suatu mesin panen dikatakan baik jika produk yang dipanen mempunyai kerusakan yang minimal.  Biasanya kerusakan panen mekanis adalah memar (bruising) karena proses deselerasi atau adanya impak saat proses pemanenan.  Suatu produk cenderung rusak jika mendapatkan tekanan yang melebihi nilai critical shear stress atau melebihi nilai compressive stress.  Sering kali beberapa bagian dari mesin panen yang didesain untuk menyalurkan energi vibrasi kepada bahan yang akan dipanen menyebabkan memar.  Impak dari buah yang jatuh bebas saat dipanen atau pada permukaan pengumpul juga sering menjadi sumber kerusakan. 



DAFTAR PUSTAKA
http://web.ipb.ac.id(di akses 02-04-2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar