Kamis, 24 Mei 2012

agribisnis ayam broiler


Bab I Pendahuluan
A.   Latar belakang
Daging ayam merupakan daging favorit di negara kita, karena hampir semua orang indonesia suka makan daging ayam. Sehingga berbisnis ternak ayam potong merupakan peluang yang sangat bagus untuk dikembangkan. Beberapa waktu yang lalu, bisnis ayam potong sempat mengalami kemunduran ketika flu burung melanda dunia. Banyak pengusaha ayam potong yang gulung tikar karena daging ayam menjadi “tersangka” utama sehingga menyebabkan orang takut mengkonsumsi daging ayam lagi. Sekarang isu flu burung sudah perlahan menghilang, inilah prospek cerah untuk beternak ayam potong yang mulai menguat kembali.
Permintaan terhadap produk peternakan meningkat setiap tahun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk serta meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi pangan yang bergizi.

B.   Tujuan penulisan
Mempelajari sistim agribisnis ayam broiler



Bab II Mengenal Ayam Bolier

Ayam yang umum dikembangkan sebagai ayam potong adalah ayam ras pedaging atau broiler. Ayam ras pedaging tersebut merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Selain itu ayam broiler juga meiliki kelebihan karena hanya dengan waktu 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia
.Gizi Daging Ayam
Dianalisa dari nilai gizinya, setiap 100 gram daging ayam mengandung 74 persen air, 22 persen protein, 13 miligram zat kalzium, 190 miligram zat fosfor dan 1,5 miligram zat besi.Daging ayam mengandung vitamin A yang kaya, lebih-lebih ayam kecil. Selain itu, daging ayam juga mengandung vitamin C dan E. Daging ayam selain rendah kadar lemaknya, lemaknya juga termasuk asam lemak tidak jenuh, ini merupakan makanan protein yang paling ideal bagi anak kecil, orang setengah baya dan orang lanjut usia, penderita penyakit pembuluh darah jantung dan orang yang lemah pasca sakit.Daging ayam lebih unggul daripada daging sapi, kambing dan babi.Mengapa daging ayam lebih digemari masyarakat daripada daging-dagingan lainnya, karena daging ayam gampang dimasak. Ditambah masa pertumbuhan dan peternakannya agak pendek.




Bab III Agribisnis Ayam Broiler
A.   Faktor Pendukung Pertumbuhan Ayam Boiler
Temperatur Lingkungan
Ayam bolier akam tumbuh optimal pada tempertaur suhu lingkungan yang sesuai. Temperatur  lingkungan terlalu panas, bias  membuat ayam lebih memilih banyak minum daripada makan karena untuk mengurangi beban panas, bila demikian maka akan mengurangi keunggulan ayam karena sejumlah unsure nutrisi dan kepeluan nutrisi utama ayam tidak maksuk.
Umur (hari)
Suhu ( 0c )
01 - 07
34 - 32
08 - 14  
29 - 27
15 - 21
26 – 25
21 - 28
24 - 23
29 - 35
23    – 21

B.   Persiapan Sebelum Beternak Ayam Pedaging
1.    Lokasi peternakan
Lokasi yang baik untuk peternakan ayam adalah
a.    Lokasi peternakan ayam pedaging sebaiknya jauh dari keramaian, jauh dari likasi perumahan, atau dipilih tempat yang sunyi. Selain disukai ayam, lokasi dengan kondisi demikian juga tidak mengganggu pemukiman penduduk. Untuk itulah, di beberapa daerah sudah ada pengaturan (perda) mengenai hal ini aga tidak teadi konfilk di kemudian hari.
b.    Lokasi peternakan hendaknya tidak jauh dari pusat pasokan bahan baku dan lokasi pemasaran.
c.    Lokasi yang dipilih sebaiknya termasuk area agribisnis agar terhindar dari penggusuran.
2.    Perkandangan
Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras meliputi: persyaratan temperatur berkisar antara 32.5-350 c, kelembaban berkisar antara 60-70%, penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang, model kandang disesuaikan dengan umur ayam, untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, untuk ayam remaja ± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai kandang box yang dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa dengan kandang postal atapun kandang bateray. Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan lama.
a.    Atap
Atap kandang sebaiknya menggunakan sistim monitor dengan tujuan agar membantu ventilasi, terutama bagi ayam yang dipelihara dalam jumlah yang cukup banyak.
Bahan atap yang digunakan sebaiknya bahan yang ringan, murah dan tidak menghantarkan panas misalnya geteng atau atap. Namun bila tepaksa menggunakan seng, sebaiknya di bagian bawah di lapis dengan bilik bambu atau tripleks yang berperan sebagai penghambat panas.
b.    Dinding kandang
Diniding ayam bolier sebaiknya menggunakan sistim terbuka penuh yang dilapisi oleh kawat burung atau anyaman bambu, dengan tujuan agar membantu ventilasi atau sikulasi udara.
c.    Tinggi kandang
Tinggi kandang berkaitan erat dengan besarnya kandang. Untuk kondisi indonesia, ketinggian kandang dari lantai sampai atap teratas minimal 7m, sedangkan ketinggian kandang dai lantai sampai atap terendah adalah 4m.

d.    Luas kandang
Luas atau alas lantai untuk ayam bolier di indonesia adalah 9 atau 10 ekor/m2 , dengan demikian luas kandang yang akan di bangun tinggal di kalikan dengan jumlah ayam yang akan di pelihara dalam kandang tersebut.
Contoh ; jika ingin memelihara 1000 ekor ayam
1000ekor10x1m2=100m2
3.    Material yang harus di siapkan
a.    Ransum
Makanan yang dimaksud adalah menyangkut kualitas dan kuantitasnya. Pertumbuhan yang sangat cepat tidak akan tampak bila tidak didukung oleh ransum yang mengandung protein dan asam amino yang seimbang sesuai kebutuhan ayam.
1.    Ransum bentuk tepung komplit

Ransum ini meupakan ransum yang umum terlihat. Bahan yang dipilih menjadi ransum digiling halus kemudian dicampur menjadi satu. Ransum ini memiliki segala unsure gizi yang dibutuhkan ayam, termasuk vitamin dan mineral tambahan, antubiotika pencegah penyakit serta obat pencegah coccidiosis. Keuntungan ransum ini adalah ayam tidak dapat memilih makanan karena sudah tecampur rata dan mudah di serap usus ayam. Dan harganya pun relatife murah
2.    Ransum bentuk pelet/butiran

Bentuk ini merupakan perkembangan dari bentuk tepung komplit. Alasan dibentuknya bentuk pelet adalah ayam biasanya menumpahkan ransum bentuk tepung, ini merupakan pemborosan bagi para peternak.  Ransum ini asalnya dari tepung komplit, hanya prosesnya agak berbeda, yakni menggunakan prinsip pemberian uap dan panas hingga ransumnua menjadi lunak selanjutnya di cetak. Kelemahan ransum ini adalah membuat ayam saling patuk dan kurang cocok untuk ayam broiler.



3.    Ransum bentuk pecahan

Ransum ini hampir sama dengan bentuk pellet dan juga ransum ini asalnya dari tepung komplit, hanya prosesnya agak berbeda, yakni menggunakan prinsip pemberian uap dan panas hingga ransumnua menjadi lunak selanjutnya di cetak menjadi bentuk pecahan. Ransum ini menghasilkan ayam dengan beat lebih besar di banding dengan tepung komplit, namun konfersi ransum ini lebih buruk yaitu perbandingan berat ayam dan jumlah ansum yang diberikan dalam jangka waktu tertentu.
Bahan Baku Ransum Ayam
Bahan baku pakan ayam, berdasarkan bentuk dan fisiknya digolongkan menjadi empat, yaitu :
1) Bahan baku pakan bentuk butiran, seperti jagung, gandum, sorghum, yang merupakan sumber karbohidrat.
2) Bahan baku pakan berbentuk tepung, seperti bekatul, dedak gandum, tepung tulang, tepung ikan, sebagai sumber protein dan karbohidrat.
3) Bahan baku pakan berbentuk pilih, umumnya seperti bungkil kedelai, bungkil kacang tanah, dan jenis bungkil-bungkilan, sebagai protein dan amino
4) Bahan baku pakan berbentuk cair, seperti minyak ikan, minyak kedele, sebagai sumber energy
Daftar Analisis Kadar Bahan Baku Pakan Unggas

Bahan Baku
Protein (%)
Lemak (%)
Serat Kasar (%)
E.M (K.Cal/KG)
 Bahan Baku Butiran
 - Jagung
9,0
3,8
2,5
3,430
 - Sorghum
11,0
1,9
3,4
3.040
 - Gandum
11,9
1,9
2,6
3.000
 - Kacang hijau
24,2
1,1
5,5
2,900
 - Kacang kedele
37,0
17,9
5,7
3.510
 - Kacang tanah
30,0
48,0
2,8
5.700
 - Kacang gude
22,3
1,7
0,5
2.950
 - Biji karet
17,5
23,7
5,2
-
 - Biji kecipir
29,8
15,0
5,5
-
 Bahan Baku Tepung
 - Bekatul
10,2
7,9
8,2
1.630
 - Dedak gandum
11,8
3,0
11,2
1.140
 - Tepung bulu unggas
86,5
3,9
0,4
3.047
 - Tepung ikan
53,9
4,2
1,0
2.640
 - Tepung daging bekicot
60,9
7,0
4,5
3.010
 - Tepung rese
33,2
4,4
18,3
2.900
 - Molase/testes
5,4
-
-
1.960
 - Tepung tulang
12,0
3,0
2,0
-
 - Tepung darah
80,1
1,6
1,0
2.850
 - Tepung gaplek
1,5
0,7
0,9
2.970
 - Tepung daun ubi kayu
29,0
4,8
21,9
1.300
 - Tepung daun lamtoro
23,2
2,4
20,1
1.140
 - Tepung daun papaya
23,5
9,1
11,3
1,230
 - Tepung daun turi
31,7
1,9
22,4
1.230
 - Susu bubuk
35,0
1,2
0,2
2.510
 Bahan Baku Pilih
 - Bungkil kelapa
20,5
6,7
12,0
1.540
 - Bungkil kedele
41,7
3,5
6,5
2.240
 - Bungkil kacang tanah
40,2
6,0
7,6
2.200
 - Bungkil biji kapok
27,4
5,6
2,5
1.500
 Bahan Baku Cair
 - Minyak ikan
-
-
-
8.180
 - Minyak kedele
-
-
-
8.950
 - Minyak kelapa
-
-
-
8.950



b.    Persiapan tenaga kerja
Kebutuhan akan tenaga kerja untuk peternakan, terutama ayam broiler tidaklah banyak. Bila peternakan itu kelak di krlola secara manual (tanpa alat otomatis), untuk 2.000 ayam broiler masih mampu dipegang oleh satu pria dewasa. Namun, bila menggunakan alat otomatis (pemberi ansum dan minum otomatis), untuk 6.000 ayam broiler masih mampu dipegang oleh satu pria dewasa
c.    Peralatan untuk pemeliharaan
1.    Litter (alas lantai)
Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.
2.    Indukan atau brooder

Alat ini berbentuk bundar atau pesegi empat dengan areal jangkauan sekitar 1 – 3 meter dengan alat pemanas dibagian tengah. Alat ini juga di sebut “induk buatan” karena fungsinya menyerupai induk ayam, yakni menghangatkan anak ayam yang baru menetas.
Sebuah indukan yang bundar dapat memuat 375-450 ekor anak ayam (diameter indukan lebih dari 1,2 meter), sedangkan yang berbentuk segi empat biasanya berukuran besar dan dapat memuat sekitar 450-525 ekor anak ayam
3.    Tempat bertengger (bila perlu)
Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
4.    Tempat makan

Untuk tempat pakan yang berbentuk memanjang, dibutuhkan luas tempat pakan berukuran sekitar 7,5 cm per ekor ayam. Sementara untuk tempat pakan berbentuk bundar, luas yang dibutuhkan adalah 6 cm per ekor ayam.
5.    Tempat minum

Sebuah tempat minum berbentuk bundar biasanya cukup untuk 75 ekor anak ayam broiler. Bila tempat minum berbentuk memanjang (dari belahan bambu) ; ukuran 3,5cm per ekor sudah cukup memberikan kepuasan pada ayam.
6.    Alat-alat rutin
Alat-alat rutin yang kerap dipergunakan untuk pemeliharaan ayam broiler antara lain alat-alat kesehatan ayam ( suntikan, gunting oprasi, atau pisau pemotong oprasi kecil), ember untuk mengangkat ransum, ember untuh mencuci tempat minum, ember ubtuk membawa air minum anak ayam, sendoi atau ciduk ransum, serta alat-alat lain yang dibutuhkan pegawai
C.   Pemilihan Bibit Dan Calon Induk


Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/doc (day old chicken)/ayam umur sehari:
A.  Anak ayam (doc ) berasal dari induk yang sehat.
B. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
C.  Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
D. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
E.  Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
F.  Tidak ada letakan tinja diduburnya.
Perawatan bibit dan calon induk
Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera diberi perhatian secara khusus dan diberikan pengobatan sesuai petunjuk dinas peternakan setempat atau dokter hewan yang bertugas di daerah yang bersangkutan.
D.   Standar Produksi
Pertambahan berat badan
Pengukuran berat badan dilakukan dalam kurun waktu satu minggu sehingga untuk mendapatkan pertambahan berat badan harian, bobot tersebut dibagi tujuh.
PBB = BBt- BBt-1
                                         

Keteranagan :
Pbb   = pertambahan berat badan
Bbt    = berat badan pada waktu T
Bbt-1 = berat badan pada waktu minggu sebelumnya
T        = waktu satu minggu
Contoh ;
Bbt            = 50 g per ekor ayam
Bbt-1         = 30 g per ekor ayam
T                = satu minggu
Pbb           = 50 – 30 = 20 g per minggu per ekor
E.   Pemeliharaan
1.    Pemberian pakan
Untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).
a.    Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:
1.    Kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium (ca) 1%, phospor (p) 0,7-0,9%, me 2800-3500 kcal.
2.    Kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu:
Minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor,
Minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor,
Minggu ke tiga (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan
Minggu ke empat (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor.
Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.
b.    Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:
1.    Kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (ca) 1%, phospor (p) 0,7-0,9% dan energi (me) 2900-3400 kcal.
2.    Kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu:
Minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor,
Minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor,
Minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.
Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.


2. Pemberian minum
Pemberian minum disesuaikan dengan umur ayam yang     dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
a.    Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu
Minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor;
Minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor,
Minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan
Minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor.
Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.
b.    Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu
Minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor,
Minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor,
Minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan
Minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor.
jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
3.    Pemeliharaan kandang
        kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.
4.    Vaksinasi
        vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi nd/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin nd strain b1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin nd lasotta melalui suntikan atau air minum.
F.    Teknis pemeliharaan
1.    minggu pertama (hari ke-1-7). Kutuk/doc dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah poc nasa dengan dosis + 1 - 2 cc/liter air minum atau viterna plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).
2.    mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan poc nasa dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum atau viterna plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.
3.    minggu kedua (hari ke 8 -14). Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.
4.    minggu ketiga (hari ke 15-21). Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin nd strain lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah poc nasa atau viterna plus dengan dosis tetap.
5.    minggu keempat (hari ke 22-28).pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
6.    minggu kelima (hari ke 29-35). Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
7.    minggu keenam (hari ke-36-42). Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.
G.   Penyakit
penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :
1.    Tetelo (newcastle disease/nd) disebabkan virus paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 - 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
2.    Gumboro (infectious bursal disease/ibd)merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin gumboro.
3.    Penyakit  ngorok (chronic respiratory disease) merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri mycoplasma gallisepticum gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.
4.    Berak kapur (pullorum).disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum.kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang. Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis.
Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian poc nasa yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti n, p, k, ca, mg, fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian poc nasa dapat dicampur dengan hormonik dosis 1 botol poc nasa dicampur dengan 1-2 tutup botol hormonik, atau 1 botol poc nasa dicampur dengan 2-4 kapsul asam amino. Dapat juga menggunakan viterna plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :
1.     Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
2.    Asam-asam amino utama seperti arginin, histidin, isoleucine, lycine, methionine , phenylalanine, threonine, thryptophan, dan valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh
3.    Vitamin-vitamin lengkap, yaitu a, d, e, k, c dan b komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.
H.   Aktivitas Sebelum Panen
Buatlah jadwal kandang yang akan dipanen sesuai dengan ukuran berat ayam dan letak kandang. Hal ini merupakan langkah awal matangnya persiapan sebelum ayam dipanen. Jangan lupa juga untuk mempersiapkan tim tangkap sesuai dengan kebutuhan.
Persiapkan peralatan panen seperti timbangan, alat tulis, surat jalan, nota timbangan, tali rafia, keranjang ayam, dan lampu senter. Kemudian buatlah laporan stok ayam dan mengambil sampel dahulu untuk ditimbang, sehingga saat dipanen akan sesuai dengan ukuran yang telah dilaporkan
Jangan memberi pakan secara penuh pada ayam yang akan dipanen, agar sisa pakan dalam tempat pakan tidak banyak. Pemberian vitamin pada ayam yang akan dipanen diperbolehkan namun jangan memberikan antibiotik.
Kondisi ayam yang dipanen harus bebas dari antibiotik minimum 5-14 hari sebelum panen, tergantung dari jenis antibiotik yang dipakai. Sedangkan pemberian antibiotik hanya akan memacu kerja organ tubuh menjadi berat sehingga ayam tidak akan tahan terhadap stres fisik yang berat.
I.      Kegiatan Pascapanen
Pada saat pascapanen kesalahan yang sering dilakukan oleh para peternak ayam broiler komersial adalah tidak mengumpulkan semua peralatan kandang dan sesegera mungkin membersihkannya. Selain hal tersebut aktivitas pascapanen yang dilakukan adalah menimbang pakan yang tersisa dan mencatatnya serta menghitung total ayam dan total berat ayam yang dijual, serta melakukan evaluasi perhitungan prestasi produksi ayam.
Buatlah laporan mengenai data hasil panen dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan pada pencatatan data akhir. Hal ini berpengaruh terhadap penentuan kebijakan karena laporan yang up to date dan akurat dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecuranngan selama satu siklus pemeliharaan.
J.    Memilih Ayam Siap Panen
Dibawah ini adalah beberapa ciri ayam broiler komersial berkualitas yang siap dipanen :
1.    Ayam dalam kondisi aktif, lincah, mata dan muka cerah (tidak mengantuk) serta bebas dari penyakit.
2.    Berat badan sesuai dengan umur (standar) dan seragam.
3.    Nafsu makan dan minum baik.
4.    Bulu cerah berminyak, tidak kusam dan tidak berdiri.
5.    Bentuk tubuh ayam normal dan proposional, berdiri tegak dengan kaki yang kokoh, serta tidak ada luka ditubuhnya.
6.    Sayap tidak jatuh dan posisi kepala terangkat dengan baik.
7.    Tidak terdengar gejala napas bersuara (ngorok) atau batuk.
8.    Anus bersih dan tidak ada kotoran.


K.   Hasil tambahan
Hasil tambahan peternakan ayam bukan lah hanya sebatas ayam hidup dan ayam siap potong tetapi bisa beupa tinja ayam dan bulu ayam. 
Tinja ayam ada dua bentuk :
1.    Tinja yang di campu dengan bahan litter dan digunakan sebagai pupuk.
2.    Tinja murni di keringkan kemudian di giling halus dan dapat digunakan sebagai pakan ayam dengan jumlah maksimal penggunaan 5%.
L.    Pemasaran
Pemasaran memiliki fungsi yang  sangat penting dalam menghubungkan produsen dengan konsumen dan memberikan  nilai tambah yang besar dalam  perekonomian. Panglaykim dan Hazil (1960) menyatakan bahwa terdapat sembilan  macam fungsi pemasaran yaitu: perencanaan, pembelian, penjualan, transportasi,  penyimpanan, standarisasi dan  pengelompokan, pembiayaan, komunikasi, dan  pengurangan resiko  (risk bearing). Sebagai pengusaha, tataniaga sama pentingnya  dengan kegiatan produksi karena tampa bantuan sistem tataniaga, petani akan  merugi akibat barang-barang hasil produksinya  tidak dapat dijual. Sistem distribusi  pangan dari produsen ke konsumen dapat terdiri dari beberapa rantai tataniaga 2 (marketing channels) dimana masing-masing pelaku pasar memberikan jasa yang berbeda. Besar keuntungan setiap pelaku tergantung pada struktur pasar di setiap  tingkatan, posisi tawar, dan efisiensi usaha masing-masing pelaku. Dalam upaya peningkatan efisiensi usaha, diperlukan studi mengenai sistem  pemasaran dan permasalahan yang dihadapi oleh setiap pelaku pemasaran. Secara  rinci, penelitian bertujuan untuk:
(i)menggambarkan keragaan  alur pemasaran  gabah/beras mulai dari petani (produsen) sampai konsumen akhir,
(ii)menganalisis komponen biaya dan margin pemasaran  pada setiap pelaku pemasaran, dan 
(iii)mengidentifikasi karakteristik dan permasalahan pada setiap pelaku pemasaran.
1.     Strategi pemasaran
Satu diantara berbagai tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang optimal dari kegiatannya sehari-hari, khususnya kegiatan pemasaran. Untuk menjalankan kegiatan pemasaran tersebut dengan baik, dan sesuai dengan sasaran yang diharapkan, perusahaan harus menerapkan suatu strategi yang tepat sesuai dengan lingkungan pemasaran perusahaannya. Lingkungan pemasaran suatu perusahaan terdiri dari para pelaku dan kekuatan-kekuatan yang berasal dari luar fungsi manajemen pemasaran perusahaan yang mempengaruhi kemampuan rnanajemen pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang sukses dengan para pelanggan sasarannya. Keberhasilan strategi pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan tergantung pada analisa dan pengamatan yang cermat oleh perusahaan terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan. Strategi pemasaran adalah logika pemasaran, dan berdasarkan itu, unit bisnis diharapkan untuk mencapai sasaran-sasaran pemasarannya. Strategi pemasaran perusahaan terdiri dari pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran dari perusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi pemasaran dalam hubungannya dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dalam kondisi persaingan.
Ada dua tipe pemasaran ayam broiler yaitu
1.    Ayam hidup
2.    Ayam siap masak
Adapun setrategi pemasaran yang dapat digunakan yaitu
1.    Promosi
Yaitu kegiatan yang bertujuan agar mendapatkan banyak pelanggan.
2.    Mentipkan di rumah potong hewan.
3.    Melalui pedagang pengumpul
Disini para peternak sebaiknya pintar memainkan harga karena harga yang di berikan para pedagang pengumpul biasa 10-25% di bawah harga enceran.
4.    Memasarkan langsung ke pasar
Keuntungan strategi ini adalah kita bisa menjual dengan harga di atas  harga pedagang pengumpul dan RPH.

M.   Lembaga pendukung
1.     Peran Pemerintah
2.    Para Perantara Pemasaran
Para perantara pemasaran adalah perusahaan-perusahaan yang membantu perusahaan dalam promosi, penjualan dan distribusi barang/jasa kepada para konsumen akhir. Para perantara pemasaran ini meliputi :
Perantara, adalah perusahaan atau individu yang membantu perusahaan untuk menemukan konsumen. Mereka terbagi dua macam, yaitu agen perantara seperti agen, pialang dan perwakilan produsen yang mencari dan menemukan para pelanggan dan/atau mengadakan perjanjian dengan pihak lain, tetapi tidak memiliki barang atau jasa itu sendiri.
3.    Perusahaan Distribusi Fisik, perusahaan seperti ini membantu perusahaan dalam penyimpanan dan pemindahan produk dari tempat asalnya ketempat-tempat yang dituju.
4.    Perantara Keuangan, seperti bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dan perusahaan lain yang membantu dalam segi keuangan.
 
5.    Para Pelanggan
Yaitu pasar sasaran suatu perusahaan yang menjadi konsumen atas barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan apakah individu-individu, Iembaga-lembaga, organisasi-organisasi, dan sebagainya.
6.    Para Pesaing
Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan, perusahaan tidaklah sendiri. Usaha suatu perusahaan untuk membangun sebuah sistem pemasaran yang efisien guna melayani pasar gelati disaingi oleh perusahaan lain. Sistem pemasaran dan strategi yang diterapkan perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini perlu diidentifikasi dan dimonitor segala gerakan dan tindakannya didalam pasar.

N.   Kunci sukses
Dibutuhkan keahlian khusus untuk merawat anak ayam hingga menjadi ayam dewasa dan menghasilkan telur, untuk itu pengetahuan dan keahlian mengenai hewan ternak khususnya ayam sangat diperlukan untuk menjalankan bisnis ini. Disamping itu usahakan membuat kandang ayam jauh dari pemukiman warga, agar tidak menuai protes dari warga.



Daftar Pustaka
Rasyaf, M, Produksi dan Pemberian Ransum Unggas (Yogyakarta:
kanisus,1992)
Rasyaf, M, Paduan Beternaik Ayam Pedaging (Jakarta: Penebar
Swadaya, 2008)


3 komentar:

  1. JANGAN LEWATKAN PROMO MENARIK DARI KAMI

    HUBUNGI KONTAK Kami
    BBM : D8E23B5C
    WHAT APPS : +85581569708
    LINE : togelpelangi
    WE CHAT : togelpelangi
    LIVE CHAT 24 JAM : WWW-ANGKAPELANGI-NET

    Ayo coba keberuntungan anda
    jutaan rupiah menunggu anda

    BalasHapus
  2. BONUS NEW MEMBER 20%

    CemePoker merupakan agen Poker Online, Domino, Ceme, dan Capsa yang menyediakan berbagai banyak game dengan 1 user ID saja dan cemepoker di anugerahkan sebagai agen judi poker dengan rating win tertinggi.
    Cemepoker menjamin 100% keamanan para membernya serta pemain Poker kami DIJAMIN 100% Player VS Player.
    Jangan lupa nantikan bonus menarik setiap bulannya dan bonus referal seumur hidup.

    Baca juga :
    http://www.cepok.org/keuntungan-bermain-judi-poker-online-pada-meja-kecil/

    http://www.cepok.org/posisi-kursi-pada-meja-poker-bisa-menjadi-tolak-ukur-kemenangan/

    http://www.cepok.org/cepok-panduan-cara-bermain-capsa-susun-online/

    Ayo gabung sekarang di Cepok.org

    BalasHapus
  3. ===> BONUS NEW MEMBER <===

    DONACOPOKER merupakan web judi kartu online Indonesia terpercaya dan terlengkap dalam menyediakan game judi online seperti poker online, domino online, bandar ceme online, blackjack online...Bahkan yang merupakan web Agen Poker Online uang asli yang menyediakan transaksi dari bank BCA, BNI, BRI, Mandiri, memberikan MINIMAL deposit yang sangat murah serta menyediakan hadiah jackpot setiap harinya dan dapat bermain dengan para pemain dari seluruh kota yang ada di Indonesia, main poker online hanya di agen poker online.

    === 1 ID Bisa Main 7 Permainan ===
    pokerdonaco

    Ayo join sekarang di DonacoPoker.net

    BalasHapus